Penyimpangan Pengertian Ujian Nasional

Sumber: www.AnneAhira.com

Ujian nasional adalah salah satu jenis evaluasi yang dilakukan pada dunia pendidikan dan disesuaikan dengan standar pencapaian hasil secara nasional. Pengertian ujian nasional pada awalnya adalah sebagai langkah untuk mengetahui tingkat keberhasilan proses pendidikan dan pembelajaran di setiap wilayah negeri ini. Dengan pelaksanaan ujian nasional diharapkan dapat dipetakan tingkat kemampuan sekolah sehingga dapat menentukan skala prioritas penanganan proses pendidikan.

Tetapi pada kelanjutannya, pengertian ujian nasional mengalami perubahan orientasi sehingga dijadikan sebagai salah satu, bahkan satu-satunya penentu keberhasilan atau kelulusan anak didik. Dengan memasang satu angka khusus sebagai batas minimal kelulusan. Memang kita menyadari bahwa setiap sekolah telah memperoleh acuan kompetensi dasar yang harus diberikan kepada anak didik ketika menyelenggarakan proses pembelajaran. Tetapi, perlu juga disadari bahwa lingkungan mempunyai kontribusi yang sangat besar di dalam menentukan keberhasilan belajar anak.

Seharusnya kita tetap saja bertahan pada pengertian ujian nasional yang pertama, yaitu menjadikannya sebagai upaya untuk memetakan kemampuan anak didik dan guru dalam memproyeksikan muatan belajar yang sudah diberikan oleh pemerintah, dalam hal ini departemen pendidikan dan kebudayaan nasional yang bekerja sama dengan badan standarisasi nasional pendidikan. Kedua institusi ini secara jelas ingin mengetahui tingkat keberhasilan dan penguasaan materi dan penyelenggaraan proses pendidikan dan pembelajaran di setiap daerah di negeri ini.

SDM yang Tidak Sama Kualitasnya

Negeri kita terdiri atas pulau-pulau yang tersebar dari ujung barat, pulau We, sampai ujung timur, Merauke. Dan, pada setiap pulau tinggallah suku-suku dengan kondisi dan pola kehidupan yang berbeda. Perbedaan tersebut pada akhirnya sangat mempengaruhi tingkat kemampuan penduduknya. Di samping itu, kondisi alam yang berbeda-beda juga menyebabkan terjadinya perbedaan pola pendidikan dan pembelajaran yang berdampak pada hasil yang berbeda pula. Akibatnya, pengertian ujian nasional pun berbeda-beda.

Anak bangsa kita tersebar di segala penjuru negeri dengan tingkat dan pola kehidupan yang berbeda. Ada yang hidup di perkotaan, ada yang di pedesaan, bahkan ada yang hidup di hutan-hutan atau daerah terisolir. Dengan kondisi ini, maka tingkat pemahaman atas pengertian ujian nasional juga berbeda. Dan, yang lebih lagi, dengan  pola pendidikan dan pembelajaran yang diselenggarakan di daerah sangat berbeda hasilnya sebab SDMnya berbeda.

Jika di kota, SDMnya adalah orang-orang berkualitas yang mempunyai pola pikir sudah maju ke depan. Di desa, SDM nya sedikit lumayan, walaupun kehidupannya sederhana, tetapi pola pikir mereka sudah memperhitungkan kemajuan bagi diri dan masyarakatnya. Mereka terus berusaha untuk mengikuti pola pendidikan dan pembelajaran yang diterapkan walaupun agak terseok-seok. Sementara mereka yang hidup di pedalaman, di mana segala fasilitas hidup masih dari alam, maka pola pendidikan dan pembelajaran jauh berbeda dari saudara-saudara yang lainnya.

Bahwa tingkat kualitas atau kemampuan SDM memang sangat menentukan keberhasilan proses pendidikan dan pembelajaran yang  diterapkan. Tidak heran jika kemudian, anak-anak di kota lebih berhasil mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran dibandingkan anak-anak desa, apalagi anak-anak pedalaman. Mereka belum memahami pengertian ujian nasional secara utuh.

Ujian Nasional Sebagai Alat Pemetaan Kemampuan

Selanjutnya, Anda perlu memahami konsep dasar pendidikan dan pembelajaran yang diterapkan dalam kehidupan. Bahwa dalam penyelenggaraan proses pendidikan, hal paling hakiki yang perlu diketahui adalah proses perubahan kompetensi anak didik sehingga mempunyai kompetensi khusus menghadapi kehidupan. Anda harus memberikan pengertian kepada anak didik mengenai pengertian ujian nasional secara gamblang.

Pengertian ujian nasional ini harus benar-benar dipahami oleh anak didik agar mereka tidak stress ketika menjelang pelaksanaannya. Selama ini yang terjadi adalah, anak didik merasa tengah menghadapi raksasa besar seram yang siap melahap mereka mentah-mentah. Akibatnya, selama waktu itu mereka justru terpecah konsentrasinya dan tidak dapat belajar secara maksimal.

Oleh karena itulah, seyogyakan segera luruskan pengertian ujian nasional secara jelas kepada semua pihak, termasuk anak didik dan orangtuanya. Mereka yang seharusnya mendapatkan informasi mengenai ujian nasional sejak awal sehingga mereka dapat menentukan langkah efektif untuk keberhasilan anak-anaknya.

Untuk hal tersebut, sebaiknya dikembalikan fungsi ujian nasional sebagai langkah untuk memetakan kemampuan guru dan anak didik dalam menerjemahkan isi kompetensi dasar yang dipatok oleh pemerintah dalam penyelenggaraan proses pendidikan dan pembelajaran. Sementara untuk menentukan kelulusan anak didik kembalikan pula pada proses pendidikan dan pembelajaran itu sendiri. Bahwa, keberhasilan suatu pendidikan dan pembelajaran sangat tergantung pada proses yang dijalankannya. Anak-anak yang berproses baik, tentunya tidak hanya kompeten dalam intelektualitas, tetapi juga attitude dan skillnya. Inilah yang harus dipertimbangkan pada saat menentukan hasil akhir proses pendidikan anak didik.

Biarkan pengertian ujian nasional hanya sebagai upaya pemetaan kemampuan proses pendidikan dan pembelajaran, tetapi jangan jadikan sebagai satu-satunya penentu keberhasilan atau kelulusan anak didik. Sebab ada banyak hal yang dapat terjadi selama pelaksanaan ujian sehingga dapat menyebabkan anak gagal, padahal mereka secara proses berhasil sebab kompetensi lainnya sangat mendukung keberhasilan tersebut.