Sejak awal, RSBI memang salah KONSEP

Pendirian rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) banyak melanggar panduan, misalnya kemampuan guru dalam berbahasa Inggris masih rendah, tetapi dipaksa mengajar dalam bahasa Inggris. Uang sekolah di RSBI juga sangat mahal sehingga menimbulkan diskriminasi pendidikan karena hanya siswa dari keluarga kaya yang sanggup membayar, sementara ketentuan kuota bagi siswa miskin banyak tak dipenuhi.

Demikian pokok persoalan yang mengemuka dalam simposium “Sistem RSBI/SBI: Kebijakan dan Pelaksanaan” yang diselenggarakan British Council di Jakarta, Kamis (10/3/2011).

Hywel Coleman, konsultan pendidikan dari British Council dan pengajar di Universitas Leeds, Inggris, mengatakan, RSBI salah konsep sejak awal. Mestinya Indonesia menyiapkan siswa berwawasan internasional dengan bangga terhadap budaya bangsanya.

“Bukan dengan mengubah cara penyampaian pelajaran menggunakan bahasa Inggris,” kata Coleman.

Berdasarkan kajian serupa di Korea dan Thailand, penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di sekolah ternyata tidak efektif sehingga kemudian ditinggalkan.

Satria Dharma, Ketua Umum Guru Indonesia, mengatakan, Malaysia yang menjalankan program dan pembelajaran Matematika dan Sains dalam bahasa Inggris sejak 2003 menilai program itu gagal dan dihapus.

Nilawati Hadisantosa, pengajar di Universitas Katolik Atma Jaya, Jakarta, mengatakan, pemerintah harus segera mengkaji dampak RSBI yang menimbulkan kesenjangan sosial.

 

Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2011/03/11/11352726/Sejak.Awal.RSBI.Memang.Salah.Konsep

3 pemikiran pada “Sejak awal, RSBI memang salah KONSEP

  1. Hywel Coleman benar, berbahasa asing tidak absolut dalam RSBI.Bahasa asing dibutuhkan dengan filosofi bahwa peserta didik dan tenaga pendidik mempunyai potensi mengembangkan diri di seluruh dunia.Jadi bukan untuk persyaratan mutlak sebagai bahasa pengantar dalam dunia pendidikan di Indonesia. Dalam UU No 20 tahun 2003 sendiri dikatakan bahwa bahasa resmi pengantar pendidikan adalah bahasa Indonesia. Subtansi RSBI adalah Syistem, tata kelola ( SOP ), dan subjek, baik pendidik, tenaga kependidikan, maupun peserta didik.Kemudian subtansi tersebut terkondisi dengan standarisasi yang jelas dan berlaku untuk dunia internasional. Moga Pendidikan kita segera lepas dari persoalan konvensial, seperti keliru tafsir sebagaimana yang ditanggapi kawan ( Mas Irfan dan Hendrianto )

  2. RSBI terkesan hanya untuk mengeruk pencairan dana pemerintah pusat terbukti rsbi tidak punya latar belakang yang jelas, contoh masyarakat sekitar tidak mampu sekolah disitu karena biaya masuk situ cukup tinggi !Pada hal masyarakat sekitar yg kurang mampu cukup tinggi jumlahnya karena mereka juga pingin mendapat pendidikan disitu chususnya yg kurang mampu trims !

  3. Harapan komunitas masyarakat daerah situ malang jatim khususnya, biar mereka yg kurang mampu memperoleh pendidikan sama jangan terkesan biaya nya tinggi, hingga masyarakat kelurahan situ tidak resah :dengan alasan taranportasi tdk jauh.Hanya saa….yang-nya siswanya smuanya sebagian besar dari tengah-tengah kota.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s