Kebijakan Otonomi Daerah untuk Guru Akan Ditata Ulang

Keberadaan guru sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan sedang dievaluasi. Kebijakan-kebijakan pemerintah yang mengatur guru dan dosen  terbentur pada kebijakan otonomi daerah. Benturan tersebut berdampak pada performa kerja guru yang ujungnya tidak memperlihatkan peningkatan yang signifikan pada kualitas pendidikan.

Untuk itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Nasional mengumpulkan berbagai pihak yang berwewenang di daerah dan pemangku pendidikan dalam sebuah seminar nasional, untuk melihat berbagai akar permasalahan, memberi masukan, dan mencari berbagai alternatif pemecahan masalah dalam penataan kembali guru di masa depan.

Seorang guru harusnya memiliki kebebasan pedagogik seperti dosen. Karena itu, ilmunya harus tuntas. Otonomi ada di tangan guru. Begitu pun maju mundurnya siswa merupakan tanggung jawab profesi seorang guru. “Tugas kita memfasilitasi guru untuk menjadi profesional,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal saat membuka Seminar Nasional Penataan Guru di Masa Depan, di Karawaci, Senin (4/7).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Mansyur Ramli mengatakan, seminar ini diarahkan untuk menghimpun pemikiran-pemikiran, gagasan-gagasan, maupun fakta yang terjadi di dunia pendidikan. Baik yang dialami oleh guru, pimpinan daerah, dinas pendidikan, maupun pihak-pihak terkait lainnya. Dengan mengacu pada UU Otonomi Daerah dan UU Guru dan Dosen, akan dipetakan kembali kebutuhan guru seperti apa yang bisa dijadikan ujung tombak pendidikan, berdasarkan fakta yang telah terjadi selama ini.

“Kita akan overlay dengan berbagai kebijakan pemerintah, untuk melihat bagaimana kebijakan yang tepat bagi guru agar bisa menjadi pendorong peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.

Penelitian mengenai guru telah banyak dilakukan sebelumnya, baik oleh Balitbang Kemdiknas sendiri, maupun oleh pihak luar seperti OECD, PISA, dan TIMMS. Diharapkan hasil pemetaan akan memberi rekomendasi yang baik bagi pengambil keputusan nantinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s